Terapkan Konsep Smart City Surabaya usung slogan “Light of Java”

Surabaya –  Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya menggelar Bimtek IV Smart City yang diselenggarakan di ruang konferensi Dinas Kominfo Surabaya, rabu (31/10). Yudho Febriadi, Kabid  Layanan Pemerintah Berbasis Elektronik mewakili Kepala Dinas Kominfo dalam pembukaan penyampaikan tentang kesiapan kota Surabaya smart City yang dibungkus dalam slogan : SURABAYA LIGHT OF JAVA (liveable, investable,green, humble, and trusthworthy). Lebih kanjut Yudho menyatakan saat ini terdapat enam calon Quickwins yang akan dibahas dan dipilih sebagai unggulan Quickwins ditahun 2018 ini. Enam Quickwins tersebut yakni : Mall Layanan Publik (integrasi layanan), Wisata Air, Rumah kreatif Surabaya (Rukmaya), Panel surya dan detektor (Surya Raya), Tim Penegak Perda, dan GoBis.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dalam sambutannya menyampaikan dari 6 elemen Smart City : Government, Living, Economy, Branding,dan Society maka semua itu harus utuh dapat dilaksanakan tidak bisa hanya beli dan pasang peralatan cangih, software mahal tapi tanpa tenaga operasional yang kompeten. Fokus utama pemerintah Surabaya dalam menjalankan smart city bukan memperoleh penghargaan dan pengakuan tapi menyelesaikan permasalahan di masyarakat secara lebih efektif, efisien dan melayani.

Bimtek berlangsung selama 2 hari hingga 1 November  2018 dengan dihadiri Walikota Surabaya, Sekda Kota Pekalongan,  para pimpinan  OPD dan stakeholders terkait, perwakilan provider, dan juga Dewan Smart City.  Prof. Marsudi Kisworo selaku pembimbing yang ditunjuk oleh Kementerian Kominfo menyampaiakan bahwa setelah penyelesaian Buku 1 hingga Buku 3 maka dalam di Bimtek IV harus dapat diselesaikan dokumen MasterPlan Smart City dan pilihan Quickwins yang akan dimplementasikan di tahun 2018 ini. Marsudi Optimis Surabaya diharapkan dapat benar-benar menjadi Light of Java, cahaya, yang menjadi contoh implementasi kota lainnya. Mantan Rektor Perbanas ini juga memaparkan  tentang pentingnya Literasi Smart City agar masyarakat tahu tentang program smart city yang sedang dijalankan Pemkot sehingga ikut mengawasi dan berpartisipasi.

Sementara perwakilan dari Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Moh. Wildan, menyampaikan materi mengenai Guideline Smart City dimana tiap OPD terkait perlu mengisi kertas kerja Penajaman Smart City Daerah dan dikonsultasikan ke Pembimbing  di hari ke-1 Bimtek IV yang dinamakan tahapan Klinik One-to-One OPD. Mengingat  di Kota Surabaya terdapat 41 OPD maka kegiatan klinik One-to-One akan dilaksanakan dibagi hingga hari ke-2 Bimtek sehinga inovasi-inovasi program kerja dalam kota Surabaya smart City dapat lebih tergali dan dirumuskan dalam indikator terukur. (mow)